Bersabar

Posted: 20/05/2010 in KATA KU
Tag:, , , ,

Selepas Maghrib aku ikut kendaraan truk minyak yang bertujuan ke surabaya dari cakranegara truk itu bermerk Mercy keluaran industri mobil negara Jerman, aku hanya berdua dengan bapak sopir itu kami dengan mudah akrab karena bapak itu suka bercerita kesana kemari dari bercanda sampai ngobrol serius tentang agama dan politik. Tiba-tiba ada mobil hitam mendahului kami dengan kecepatan tinggi dan mendadak berhenti disebelah kiri, karena mobil hitam itu mendadak berhenti pak sopir itu kaget bukan kepalang dan menginjak pedal rem sekencang – kencangnya sembari tangannya membunyikan klakson.


Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai berteriak-teriak ke arah kami. Pak sopir hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!” Saat itulah saya belajar dari bapak sopir truk tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Sopir Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti sopir truk. Mereka berjalan keliling membawa berbagai muatan misalkan kayu, beras atau sampah mungkin juga seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:
Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.


Komentar
  1. dromer meisje mengatakan:

    bukan keduanya pak :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s