Terik matahari di siang hari itu terasa panas tepat jam satu siang kaki ku terasa lemas dan ketika ku lihat warna kulit ku udah memerah seteguk air yang basahi tenggorokan ini bak oase di padang pasir, suara pelan terdengar mengucap salam di depan pintu saat ku angkat kepala kudia sudah berdiri di samping pintu kamar mandi melihat ke arah ku dan mata ku pun melihatnya seketika itu dia mengalihkan pandangan ke maman yang sedari pagi menemani ku bekerja membuat krayon untuk pensil warna anak-anak SD.

“Di rumah tante sepi bang gak ada  orang cuma uti aja yang tertidur pulas”. kata lila, “aku ikutan buat krayon ya bang?” sambil tersenyum kearah ku. “monggo silahkan” kata maman. pikir ku ada tenaga baru nih jadi agak ringan. berhamburan wawan keluar dari kamar penyimpanan krayon yang sebelumnya kamar itu buat menyimpan pakaian kadang juga untuk tempat sholat, “lila kamu pakai alat cetak ku aja” sambut wawan duduklah lila persis di depan ku, kulihatin aja wajahnya sambil aku tersenyum alih-alih aku melepas lelah.

Canda dan gurau  kakak beradik ini benar-benar amat mempengaruhi suasana di belakang rumah produksi yang tadinya amat panas karena terik matahari menjadi sejuk oleh canda dan gurauan khas remaja aku pun dengan amat terlena terlibat canda dan tawa itu, suasana keluarga yang sangat ku rindu ini yang aku cari, aku anak terakhir dari lima saudara ku dan keempat saudara ku sudah berpisah dengan ku memang mereka sudah berumah tangga, aku merasa berada di rumah ku seperti 5 tahun yang lalu.

Sebulan pun berlalu produksi krayon semakin meningkat dan aku yang termasuk pemilik usaha ini mau tidak mau harus melibatkan tenaga upah borongan agar supply produk tetap stabil, namun aku kembali merasa sepi ditengah kesibukan ku sepi dari canda tawa jauh dari aroma keluarga yang amat ku rindu, memang kesepian inilah harga yang harus ku bayar dari profesionalitas kerja yang aku terapkan dalam usaha ku. jauh dalam hati aku lebih memilih suasana keluarga ketimbang profesionalitas namun disisi lain waktu yang terus menggerus bahkan melibas apapun yang ada didepan ku tak kuasa aku menahan detak-detak waktu.

Berapa pun yang ku dapat dari hasil usaha ku tetaplah sepi, gelisah hati ku ini yang akan ku dorong untuk semampu diri ku untuk tetap mempertahankan atu bahkan menciptakan profesionalitas dengan aroma keluarga.

Komentar
  1. dunia_kecilku mengatakan:

    blogwalking

    salam kenal
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s